Berlibur ke Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta

Suasana Gembira Loka pagi itu masih belum ramai, di tempat parkir motor masih sedikit motor yang berjajar rapi. Di kebun binatang ini kita bisa menyaksikan koleksi binatang dan pertunjukan satwa terampil.

Malioboro, Candi Prambanan Sampai ke Air Terjun Sri Gethok

Jalan-jalan ke Jogja, menikmati sepinya pagi dan ramainya malam di Malioboro. Berwisata sejarah ke Candi Prambanan dan tersesat sampai ke air terjun Sri Gethok di Kabupaten Gunung Kidul

Rambut Monte Sebuah Candi dan Telaga dengan Ikan Dewa

Dari Candi Rambu Monte terlihat sebuah telaga atau orang sering menyebutnya 'sendang'. Beranjak ke bawah kita akan menemui sebuah mata air yang membentuk seperti kolam yang luas.

Melihat Anak Gunung Kelud dan Menikmati Air Panasnya

Praktis sejak Gunung Kelud meletus pada November 2007, danau kawah itu 'menghilang' dengan munculnya kubah lava yang besar dari kawah itu. Kita dapat pula menikmati air panas Gunung Kelud.

Berbagi Ilmu dengan Mereka yang Dipinggirkan

Sebagai seorang pemuda, memang seharusnya begitu, menjaga idealismenya. Kesempatan kapan lagi bisa lebih bermanfaat dan memberikan sumbangsih untuk Indonesia. Aksi untuk Indonesiaku.

30 Juni 2014

Kelahiran Putri Pertama, Ghaziya Afra Tsauqifa


Tahun ini bertambah anggota keluarga kami, tepatnya pada tangga 05-06-2014. Menjelang maghrib di sebuah rumah sakit, istri tercinta melahirkan seorang bayi perempuan secara normal dengan panjang 50 cm dan berat 3 kg. Kebahagian tidak disembunyikan, setelah sembilan bulan menanti kelahiran anak ini, yang selalu kami rawat dan doakan.

Kelahiran ini juga pengalaman pertama bagi saya, sejak pagi sudah merasakan tanda-tanda akan terjadi proses persalinan. Niat awalnya ingin melahirkan di bidan dekat rumah saja, tetapi sejak awal sudah menyarankan untuk melahirkan di rumah sakit karena tahu kami memiliki ASKES (BPJS).

Saat siang untuk kembali memeriksakan, bidan itu tetap menyarakan agar memanfaatkan BPJS-nya dengan melahirkan di rumah sakit. Saya berpikir, ini terjadi karena kami tidak pernah periksa kehamilan di tempat bidan itu. Karena kami memang lebih sering memeriksakan kehamilan di puskesmas, dan itupun berpindah-pindah, mulai di Blitar sampai Jogja.

Siang, sekitar jam 2 dengan status bukaan 5 yang diperiksa bidan. Dengan sepeda motor kami berdua menuju rumah sakit. Kondisi istri saat itu masih kuat untuk melakukan aktivitas. Sebagai orang yang baru pertama kali akan menemani istri, saya tidak tahu kalau bukaan 5 itu kondisi yang sudah harus mendapatkan perawatan. Tidak seharusnya naik motor dengan jarak yang lumayan jauh, tentu akan berbahaya jika terjadi sesuatu.

Menemani dari jam 2 sampai benar-benar proses persalinan menguras emosi. Permintaan untuk dipijit terus terdengarkan, saya pun turuti. Sampai akhirnya, saya minta bidan yang jaga untuk memeriksa kembali dan diputuskan untuk dilakukan proses persalinan. Saya hanya bisa memegang tangan, menyemagatinya, memintanya untuk tetap rileks.

Tangis saya pecah bersamaa dengan tangis sang bayi, tidak bisa ditahan kebahagian dan keharuan. Dari menemani inilah saya tahu, bagaimana berat perjuangan ibu, sejak hamil sampai proses persalinan secara normal ini. Menahan sakit, dan berusaha untuk melahirkan anaknya dengan sekuat tenaga.

Lengkap kebahagian kelurga kami, setelah setahun yang lalu mengucap ijab qobul. Anak perempuan itu kami beri nama Ghaziya Afra Tsauqifa. Diambil dari beberapa nama sahabat nabi hasil membaca istri dari buku 35 Sirah Shahabiyah. Semoga putri yang pertama kami ini tumbuh menjadi anak sholehah, berbakti pada orang tua, berguna bagi bangsa dan agama. Amin...

26 Juni 2014

Cara Gampang Refund Mandala Melalui Traveloka

Berita mengenai penghentian operasi Mandala belakangan ini membuat heboh para calon penumpang maskapai tersebut. Mereka yang telah membeli tiket pesawat Mandala kuatir tiket pesawatnya hangus dan tidak mendapatkan refund.

Saya sendiri telah membeli tiket pesawat mandala melalui traveloka dan terkejut mendengar berita secara tiba-tiba Mandala akan menghentikan operasinya. Saya kemudian membaca pengumuman dari pihak traveloka mengenai penutupan operasi maskapai Mandala Tigerair dan bagaimana cara mendapatkan refund. Untuk hal ini saya merasa traveloka telah melakukan hal yang tepat dengan menginformasikan secara cepat dan jujur mengenai penutupan dan prosedur refund Mandala, tidak seperti online travel agent lain yang tidak jelas beritanya.

Menurut pengumuman dari pihak traveloka, untuk mendapatkan refund saya dapat menghubungi sendiri pihak maskapai, atau mengisi formulir yang telah dibuat oleh traveloka untuk kemudian dibantu proses refund-nya. Saya tentu saja memilih untuk mengisi formulir online yang disediakan karena saya pikir pasti akan banyak sekali orang yang berusaha menghubungi pihak Mandala untuk mendapatkan refund tiket pesawat sehingga akan sulit menghubunginya, selain itu traveloka juga bukan penipu, pengajuan refund pasti akan diproses dengan baik dan benar.

Setelah selesai mengisi formulir refund, saya dihimbau untuk menunggu kabar selanjutnya. Besar dan lama proses refund sepenuhnya bergantung pada pihak maskapai, sehingga pihak traveloka tidak dapat menjanjikan dengan tepat kapan saya bisa memperoleh refund. Menurut saya, ini adalah hal yang wajar karena traveloka hanya bertindak sebagai perantara pengajuan refund saja dan saya rasa juga hal ini sudah sangat membantu para calon penumpang Mandala yang menginginkan refund.

Menurut pihak traveloka, mereka akan terus berkoordinasi dengan pihak maskapai, jadi bila teman-teman telah membeli tiket Mandala di traveloka dan ingin mendapatkan informasi refund, teman-teman dapat langsung menghubungi traveloka dan bersabar dalam prosesnya.

20 Juni 2014

Menikmati Senja di Pantai Parangtritis Yogyakarta

Cerita berkunjung ke Pantai Parangtritis Yogyakarta ini menjadi awal blog post setelah lama sekali saya tidak ngeblog. Sebenarnya ini juga jalan-jalan yang baru saja dilakukan, tetapi sudah beberapa bulan yang lalu (20/04). Baru kali ini niatan untuk posting dengan cerita hasil berkunjung ke Parangtritis itu terwujud.

Sore itu setelah sholat ashar, dengan rencana dan persiapan yang mendadak, saya bersama istri yang sedang hamil 8 bulan memutuskan untuk berkunjung ke pantai Parangtritis. Dari lokasi kontrakan yang ada di Imogiri, Bantul, pantai yang ada di selatan kota Jogja ini tidaklah terlalu jauh. Sekitar satu jam dengan mengendarai motor berkecepatan sedang sudah sampai.




Dengan membayar tiket yang tak lebih dari sepuluh ribu rupiah kita memasuki kawasan pantai Parangtritis. Kebetulan hari itu hari Minggu, bisa dibayangkan sendiri ramainya salah satu tempat wisata terfavorit di Jogja itu. Sore, menjelang petang matahari tidak terlalu menyengat, bibir pantai di penuhi wisatawan.

Jalan kaki terlalu lama sudah bias dilakukan, dengan perut yang sudah semakin besar. Dulu waktu ke tempat-tempat wisata lain masih kuat. Seperti pernah kita ke air terjun Sri Gethuk di Gunung Kidul, atau Candi Prambanan. Karena adanya Andong yang berseliweran, kenapa kita tidak coba menaikinya. Sudah jauh-jauh ke Parangtritis sayang kalau tidak menyusuri pantainya dengan angkutan ini.

Tarif yang dikenakan lumayan mahal juga, untuk menyusuri pantai dengan tenaga kuda ini, dari ujung barat sampai timur dikenakan tariff Rp 100.000. Akhirnya kita tawar Rp 40.000 untuk jarak setengahnya, yaitu dari tengah sampai ujung timur yang ada air terjun di bawah hotel Quen. Kalau tidak salah namanya air terjun Parangtritis. Sedangkan jika memilih ke ujung barat ada Parangkusumo, tempat melakukan ritual.

Air terjun ini memang tidak terlalu ramai, karena untuk ke seni jika jalan kaki dari pintu masuk pantai lumayan jauh. Dari perbincangan dengan pak kusirnya, hotel Quen  yang ada di atas air terjun ini telah dimiliki orang China, dulunya adalah milik orang Belanda.

Menjelang maghrib, setelah puas menikmati debur laut selatan, merasakan pasir pantai, berfoto dengan matahari senja kita pulang. Tentang pantai Parangtritis yang saya ingat, jika ditarik garis dari pantai, keraton, tugu, dan gunung merapi membentuk garis lurus. Ada yang pernah mendengar ini? Sebagai salah satu daerah yang menjunjung budaya jawa dengan segala kleniknya, ada banyak cerita tentang pantai selatan ini.

19 Maret 2014

Berlibur ke Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta

Minggu 9 Maret 2014 kita berkunjung ke kebun binatang Gembira Loka Yogyakarta. Hari itu cuaca Yogyakarta bias dibilang panas, sama seperti di daerah lain yang memasuki peralihan musim. Di rumah kontrakan yang di daerah Bantul, sehari sebelumnya kita cari lokasi kebun binatang itu melalui Google Maps, maklum sebagai pendatang belum mengetahui banyak jalan di Kota yang memiliki semboyan “Berhati Nyaman” ini.

Dari Jalan Imogiri Timur KM 6 ternyata kebun binatang Gembira Loka tidak terlalu jauh, dalam Maps tertulis sekitar 5 kilometer. Pagi itu, setelah menyantap sarapan pagi dengan menu sayur sop dengan lauk Tempe kita persiapkan diri untuk menikmati hari Minggu dengan berlibur ke Gembira Loka. Dengan mengendarai Mio yang baru diservice dan diganti joknya, perjalanan dari kontrakan ke kebun binatang tidak terasa melelahkan.

Suasana Gembira Loka pagi itu masih belum ramai, di tempat parkir motor masih sedikit motor yang berjajar rapi, kita tiba sekitar pukul 08:30. Untuk memasuki kebun binatang yang telah digagas sejak tahun 1933 ini kita dikenai tarif Rp30.000/orang itu sudah termasuk tiket naik Kapal Katamaran.

Memberi makan rusa
Melihat pertunjuan satwa terampil
Uups, mereka sedang apa ya?
Naik kapal Katamaran

Kebun binatang Gembira Loka ini sangat luas, untuk mengelilinginya dengan berjalan kaki dari pintu masuk sampai keluar pasti capek, apalagi jalannya kadang naik turun. Makanya di setiap titik kita melihat-lihat binatang yang ada sambil berisitirahat. Tetapi jangan khawatir, di sini juga ada Taring (transportasi keliling yang berhenti di beberapa halte. Jadi kalau capek dan ingin melihat isi kebun binatang dari jauh bisa naik Taring.

Koleksi binatangnya tertata dengan rapi tetapi memang tidak begitu banyak, mulai dari orang utan, sinpase, buaya, kuda nil, kanguru, harimau, aneka ikan, burung, kura-kura, dan binatang reptil serta amfibi dan sebagainya. Pada jam-jam tertentu di kebun binatang yang tengah-tengahnya dibuat danau buatan ini, kita bisa menyaksikan pertunjukan satwa terampil, atraksi gajah, dan feeding time. Selain itu ada berbagai wahana, seperti; kapal katamara, perahu senggol, banana orca, dan perahu kayuh.