Memilih Smartphone, Pertimbangkan Apa yang Tak Terlihat


Sejak kemunculan smartphone, sebagai salah seorang yang suka dengan social media membuat saya juga ingin memilikinya. Alasan utamanya, kegiatan bersosial media tidak bisa lepas dari smartphone dan sebaliknya. Kini, siapa yang tidak memiliki smartphone? Bahkan keponakan saya yang masih SMP merenggek minta dibelikan, karena teman-temannya sudah berwhatsaap ria, sedangkan dia masih mengandalkan SMS.

Dengan hadirnya beragam merek, tak seperti tiga tahun yang lalu saat saya membeli smartphone yang masih saya pakai, sekarang ini jadi banyak pilihan. Kecanggihan tidak hanya didominasi oleh merek-merek lama dan sudah populer. Orang-orang kita, termasuk saya kadang masih terpengaruh merek dalam memutuskan untuk membeli gadget baru. Padahal hampir semua smartphone memiliki kemampuan yang merata.

Pernahkah terbayangkan? Bagaimana sebuah smartphone yang tipis dan ringan memiliki kecangihan, misalnya saja soal multimedia dan kamera? Hal ini sama seperti sebuah motor, mengapa bisa dapat menghemat bahan bakar lebih baik dengan tarikan yang ringan. Seringkali ada banyak hal yang tak terlihat yang sering biasa kita tidak bahas dan pelajari, yang sebenarnya itu adalah nyawa dari sebuah smartphone itu.

Selain tampilan atau bentuk fisik, yang harus menjadi pertimbangan memilih smartphone adalah prosesor atau chipset yang digunakannya. Salah satu chipset yang saat ini digunakan oleh produsen smartphone adalah Snapdragon buatan Qualcomm. Sebagai jantung dari dari ponsel smartphone, chipset Snapdragon sangat bisa diandalkan. Penggunaan chipset terbaik juga membuat kinerja smartphone lebih powerfull.


Meski menjanjikan lebih banyak fitur yang paling diinginkan dalam memilih smartphone adalah daya tahan baterai. Ternyata daya tahan baterai pun juga dipengaruhi oleh chipset yang digunakan. Dengan chipset Qualcomm Snapdragon yang cerdas itu dapat menurunkan dan mematikan daya saat tidak aplikasi tidak memerlukannya. Desain terintegrasinya dapat menghasilkan penggunaan energi yang maksimal efisiensi.

Qualcomm Snapdragon telah digunakan oleh mayoritas merek smartphone terbaik di dunia, seperti Oppo. Pada Oppo N3 menggunakan Snapdragon seri 801. Oppo N3 sudah dikenal memiliki koneksi tercepat, kinerja terbaik, daya tahan baterai terbaik, dan terbaru dalam multimedia serta kamera fitur. Itu semua karena di dalam Oppo N3 ada chipset Snapdragon seri 801.

Qualcomm Snapdragon bisa digunakan untuk koneksi cepat 4G/LTE. Untuk upload dan download lebih cepat, serta streaming video tanpa jeda. Kamera menghasilnkan lebih banyak megapixel, autofocus lebih cepat, dan terbaik dalam fotografi cahaya rendah. Kelebihan lain Snapdragon adalah dapat menampung 4 ribu video dan memberikan suara berkualitas bioskop untuk video dan musik.

Sudah saatnya sekarang ini kita tidak terpaku pada merek. Karena pada dasarnya semua menawarkan kecanggihan. Semua itu berasal dari dalam yaitu chipset yang digunakan yang sering tidak diperhitungkan. Kinerja berkecepatan tinggi dan efisien serta fitur yang menawan hasil dari chipset yang mumpuni.

Ke Taman Sari Melihat Kolam Pemandian Sultan


Sebelumnya, sudah saya tulis tentang tempat wisata di Jogja, Taman Sari tetapi belum sampai ke kolam pemandian yang di Wikipedia disebut dengan Umbul Pasiraman. Setelah hanya sampai di masjid bawah tanah belum ke kolam pemandian bagi Sultan, istri, serta para putri-putrinya itu, akhirnya saya bersama istri dan si kecil kembali ke Taman Sari untuk menuntaskan rasa penasaran, berdasarkan foto yang banyak ditemukan tempat ini terlihat indah.

Bisa juga dikatakan, ini adalah kunjungan kedua ke Taman Sari. Sore itu setelah selesai makan Sup Ayam Pak Min, kami bertanya ke tukang parkir jalan terdekat menuju Taman Sari yang kolamnya. Langsung saja motor matic biru yang setia menemani kami di Jogja itu kami pacu menuju tempat yang sebenarnya tak terlalu asing lagi. Sampai di tempat, ternyata sudah tutup, Taman Sari untuk yang kolam pemandian sudah ditutup sejak pukul 3 sore.

Akhirnya, kami putuskan untuk kembali lagi ke Taman Sari keesokan harinya. Untuk menuju ke kolam pemandian Taman Sari, bisa lewat utara atau timur. Tetapi, lebih dekat jika lewat timur, alun-alun kidul ke barat. Sampai di kolam pemandian Taman Sari hari itu masih sepi, karena sampai di sini masih pagi. Memang untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata terbuka seperti ini lebih enak jika pagi, masih sepi, belum panas, dan bagus untuk berfoto.

Pintu masuk ke kolam pemandian Taman Sari
Sebelum masuk harus beli tiket dulu, jangan khawatir, murah kok, harganya tak lebih dari Rp10 ribu. Berdasarkan apa yang saya dengar dahulu kala waktu kolam pemandian ini masih dipakai Sultan, ini adalah jalan keluar. Sekarang gerbang sebelah timur ini menjadi pintu masuk ke kolam pemandian Taman Sari. Setelah melalui gerbang ini, langsung dijumpai dua kolam yang yang dibatasi sebuah jalan seperti dermaga.

Bangunan untuk berganti pakaian, depannya kolom untuk putri-putrinya.
Kolam untuk istri, selatannya menara dan bangunan tempat istirahat dan ganti pakaian Sultan.
Dari menara, dari sinilah Sultan memilih salah satu untuk diajak ke kolam paling selatan.
Seperti yang saya baca dari Wikipedia, bangunan yang paling utara dahulu adalah tempat istirahat dan berganti pakaian untuk para puteri dan istri (selir) Sultan. Kolam yang di selatannya disebut dengan nama "Umbul Muncar", kolam untuk putri-putri Sultan. Lalu kolam yang ada di selatannya lagi disebut dengan "Blumbang Kuras", kolam untuk para istri.

Umbul Binangun
Di selatan Blumbang Kuras terdapat bangunan dengan menara di bagian tengahnya. Konon dari menara ini Sultan akan melihat istri-istrinya dan puterinya yang sedang mandi, kemudian Sultan memilih salah satu istri yang dianggapnya paling menarik untuk dipanggil dan diajak mandi di kolam yang ada di selatan bangunan menara yang disebut dengan "Umbul Binangun".

Ketiga kolam Taman Sari dihiasi dengan mata air yang berbentuk jamur dan sekelilingnya terdapat pot bunga raksasa. Tembok krem gagah dan tinggi mengitarinya kolam pemandian Taman Sari. Pada zamannya, selain Sultan, hanyalah para perempuan yang diizinkan untuk masuk ke kompleks ini, selain itu dilarang keras oleh Sultan untuk masuk ke Taman Sari.

Kolam dikelilingi dengan pot bunga.
Kolam untuk khusu sultan dan salah satu permaisurinya.
Tak berhenti di sini, masih banyak tempat-tempat bersejarah di Taman Sari. Keluar dari kolam pemandian Taman Sari ada halaman berbentuk segi delapan dan ada beberapa pintu yang menghubungkannya dengan bangunan lain di Taman Sari. Cukup sampai di sini dulu cerita jalan-jalannya di Taman Sari, apakah kamu juga pernah ke sini?

Taman Sari, Tempat Wisata Murah di Jogja

Konon, Taman Sari dibangun di bekas keraton lama.
Liburan akhir Desember 2014 kemarin saya bersama keluarga kecil pergi ke Taman Sari, wisata murah meriah di Jogja. Baru hari ini (03/02/15) saya menuliskannya di blog ini, saat keinginan ngeblog muncul lagi. Menulis atau ngepost blog apa yang ingin diarsipkan, hal-hal yang personal. Selain itu, post ini juga untuk mengobati kerinduan kepada Afra.

Kembali ke Taman Sari, lokasinya yang di perkotaan dekat dengan Keraton, menjadi salah satu pilihan tempat liburan. Apalagi tahun ini sudah bertambah anggota keluarga kami, dengan hadirnya si kecil. Akhir Desember, tanggal tua cocok berwisata ke tempat-tempat wisata yang murah juga, tetapi tetap menyenangkan dan menambah wawasan pengetahuan.

Mengenalkan warisan budaya sejak dini :D
Sebetulnya tidak terlalu banyak referensi yang kami (saya dan istri) baca tentang Taman Sari. Saat itu kami hanya ingin jalan-jalan tetapi tidak terlalu banyak uang yang akan dikeluarkan nantinya. Hanya berbekal informasi seadanya dari hanya salah satu laman di internet, kami berangkat ke pusat kota dan mencari tempat wisata yang bernama Taman Sari ini.

Sampailah kami di, Taman Sari yang masuknya dari Utara. Memang benar, sama sekali tidak membayar, hanya parkir saja. Kami menyusuri bangunan yang terlihat tua yang tinggi dan terkesan tak terawat ini. Saya sedikit kaget, bangunan cagar alam ini ada di tengah perumahan-perumahan penduduk, bahkan sangat dekat.

Di sekelilingnya pemukiman padat penduduk
Setelah saya baca dari Wikipedia, ternyata dulu itu adalah danau buatan yang disebut segaran tempat bersampan sultan dan keluarga kerajaan serta untuk memelihara berbagai jenis ikan. Saai ini tempat itu telah menjadi pemukiman padat yang dikenal dengan kampung Taman. Konon dari Taman Sari ada jalan tembus ke Pantai Selatan atau Parangtritis.

Taman Sari juga ramai wisatawan
Kami memasuki lorong menuju sebuah tempat, yang sempat saya dengar dari pemandu itu adalah masjid. Bangunan melingkar dengan bertingkat dengan tengah-tengahnya ada tangga berundah sebanyak lima. Jumlah lima ini katanya mewakili jumlah rukun islam yang ada lima. Ini salah satu titik yang biasanya orang banyak berfoto, sebagai bukti pernah ke Taman Sari.

Hari itu, siang mulai terik dengan anak kecil tidak kami lanjutkan menyesuri Taman Sari yang lumayan luas ini. Kami keluarkan dengan melewati lorong yang berbeda saat masuk, dan ternyata itu adalah pintu masuk Taman Sari yang dekat dengan Alon-Alon Selatan. Padahal motor ada di pintu masuk utara, akhirnya kami harus kembali lagi.

Belum menemukan Umbul Pasiraman, harus ke sini lagi (foto: Wikipedia)
Sebenarnya satu tempat yang kami lewatkan, dan itu semacam ikon Taman Sari, yaitu Umbul Pasiraman. Masih dari Wikipedia, Umbul Pasiraman adalah kolam pemandian bagi Sultan, para istri beliau, serta para putri-putri beliau. Di sini ada tiga kolam yang dihiasi dengan mata air yang berbentuk jamur dan dikelilingi pot bunga raksasa.