26 Februari 2012

Olah Raga Tradisional Sebagai Budaya dan Identitas Bangsa

Teringat zaman kecil dulu, bermain bersama teman. Keriangan anak yang bisa terdengar ramai ketika bermain bersama. Permainan yang mengasah kerja sama dan kekompakan. Ingat dulu saat bermain gobak sodor, apakah sama namanya dengan di daerahmu? Jadi bermain di salah satu halaman rumah orang yang luas, lalu di buat garis di tanah dengan dibentuk kotak-kotak. Ada tim penjaga dan pemain, si penjaga menjaga di sepanjang garis yang dijaganya agar tim pemain tidak masuk. Si pemain mulai dari depan, mencoba melewati jagaan tim penjaga dan kembali lagi ke depan tanpa disentuh oleh penjaga. Sulit memang membayangkannya kalau belum pernah, tapi saya yakin sebagian anak yang hidup didesa pernah mencoba permainan ini.

Ternyata permainan tersebut bisa dikategorikan olah raga loh.. Ada aktivitas fisik yang teratur dan terencana. Olah raga juga bisa berbentuk permainan tim atau individu dan kompetisi yaitu ada yang menang dan kalah. Jadi permainan adalah salah satu olah raga, tentunya permainan yang memakai gerakan anggota tubuh (jasmani), ataupun bisa juga rohani yang contohnya catur.

Muncullah istilah olah raga tradisional, yaitu olah raga asli ada di Indonesia dan mungkin setiap daerah olah raga yang populer dan antara daerah satu dengan yang lain berbeda. Ada olah raga tradisional yang sudah populer di tingkat nasional tetapi ada juga masih banyak yang dikenal hanya di daerah asal. Contoh olah raga tradisional yang populer dan mulai mendunia sepak takraw dan silat. Keberadaan olah raga tradisional bisa semakin lama semakin terdesak dan tersisihkan oleh jenis olah raga yang lain yang populer di dunia semisal sepak bola, basket, tenis dan sebagainya. Memang arus globalisasi tidak bisa dihindari, yang terpenting adalah bagaimana olah raga tradisional itu bisa lestari dan berkembang.

Memang apapun jenisnya, olah raga itu bisa mendatangkan manfaat bagi pelakunya untuk kesehatan fisik dan mental, termasuk itu jenis olah raga dari dunia (negara) lain. Tetapi pasti ada keinginan dan nilai lebih ketika mampu hidup sehat dengan berolah raga tetapi juga mampu melestarikan dan mengembangkan olah raga (permainan) tradisional. Tidak hanya menjadi orang atau bangsa yang latah dengan mengikuti orang lain yang dianggapnya itu populer, keren atau modern dan menganggap olah raga tradisional itu kuno.

Beberapa olah raga tradisional yang dikenal secara nasional antara lain:

1. Betengan
Permainan Betengan sesuai dengan namanya berasal dari kata beteng yang berarti Benteng. Permainan ini boleh dibilang menjadi salah satu dari permainan favorit di masa anak-anak SD, di sekolahan pun tak jarang dimainkan. Mengutip dari tulisan Ahmad Fikriatif, Betengan adalah permainan yang menuntut kecepatan dan ketangkasan khususnya dalam berlari. Tak luput pula unsur strategi yang kental.

Permainan yang berasal dari bahasa Jawa yang di-Indonesiakan ini dilakukan dengan membagi peserta menjadi dua tim. Masing-masing kelompok kemudian memilih sebuah benteng yang biasanya disimbolkan dengan tiang atau pilar. Jarak antar benteng satu dengan benteng lain umumnya tidak terlalu jauh. Misi permainan ini adalah merebut benteng pertahanan lawan. Oleh karenanya, setiap kelompok juga memiliki tugas untuk mempertahankan bentengnya masing-masing sekaligus menyerbu benteng lawan.

Jika dicermati betengan tidak hanya sekedar permainan, tetapi di dalamnya terkandung nilai-nilai yang dapat dijadikan acuan dalam bersikap dan berperilaku. Nilai-nilai itu antara lain: kompetitif, tolong-menolong, dan sportivitas.

2. Pencak Silat
Pencak Silat yang kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olah raga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam SEA Games ini adalah olah raga tradisional Indonesia. Tetapi di Indonesia sendiri pencak silat masih kalah populer dibandingkan dengan Taekwondo dan Karate.  Sungguh amat disayangkan sekali.

pencak silat

Selain ada aspek budaya, di dalam pencak silat juga ada aspek olah raga, aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.

3. Sepak Takraw
Mengutip dari wikipedia sepak takraw juga merupakan salah satu olah raga asli Indonesia.  Pada era 1940-an  permainan bola keranjang ini mulai menggunakan jaring dan peraturan angka, serta para pemain tidak lagi berdiri membentuk lingkaran tetapi dimainkan di lapangan ganda badminton. Dan pada masa sekarang bola yang digunakan tidak lagi yang terbuat dari rotan tetapi yang terbuat dari fiber.

Dalam Permainan sepak takraw, dimainkan oleh dua regu (satu regu ada 3 pemain) yang berhadapan dan dipisahkan oleh jaring (net) pada bagian tengah Lapangan yang berbentuk persegi empat panjang dan rata seperti dalam permainan badminton. Tangan adalah bagian tubuh yang tidak boleh tersentuh bola, dan bagian tubuh yang terutama digunakan untuk menyentuh bola adalah kaki dan kepala. Tujuan dari setiap regu adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran.

Tentunya masih banyak lagi olah raga tradisional yang ada di negeri ini. Ada congklak/dakon, dagongan, gasing, karapan sapi, patok lele dan sebagainya. Itu semua adalah olah raga yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Olah raga itu hidup di tengah-tengah masyarakat dengan dijiwai semangat dan sportivitas. Kita tidak bisa membayangkan kalau generasi selanjutnya setelah kita, 10, 20 atau 50 tahun lagi tidak mengetahui dan mengerti olah raga itu. Bukankah itu tidak hanya sebagai media mendapatkan kebugaran dan kesehatan, lebih dari itu olah raga tradisional dengan beragam permainannya adalah karakter sebagai identitas bangsa dan pemersatu nusantara.

Sudah saatnya masing-masing daerah menggali dan mengembangkan olah raga tradisionalnya. Mengutip dari Festival Olahraga Rekreasi Nasional alasanya adalah. Pertama, tentu saja agar olah raga tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi selanjutnya sebagai warisan kekayaan budaya bangsa. Jangan sampai warisan tersebut hilang dan musnah.

Kedua, dengan terdokumentasi dan tersosialisasikannya olah raga tradisional tersebut, maka ia akan dikenal sebagai olah raga yang berasal dari bangsa Indonesia. Hal ini menjadi penting tatkala saat ini Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu dan Budaya, UNESCO, mulai mendokumentasikan kebudayaan seluruh negara di dunia sebagai warisan kebudayaan dunia (world heritage).

Ketiga, tentu saja kita boleh berharap bahwa pada suatu hari nanti, beberapa olah raga tradisional Indonesia akan dipertandingkan di ajang olympiade internasional (Olympic Games). Bukankah semua jenis olah raga yang dipertandingkan di olympiade saat ini pada awalnya adalah olah raga tradisional di negara asalnya? Bukan tidak mungkin bila kita serius mengembangkan jenis olah raga tradisional yang kita miliki dapat dipertandingkan di tingkat nasional bahkan internasional.

Salah satu cara melestarikan dan mengembangkan olah raga tradisional adalah dengan melalui pendidikan, yaitu misalnya dengan memasukannya di kurikulum pendidikan jasmani dan kesehatan. Dengan terintegrasi dengan pendidikan formal akan lebih mudah untuk mengenalkan dan mempopulerkan olah raga tradisional di kalangan pemuda atau remaja. Selain itu bisa juga melalui event atau kegiatan baik di tingkat daerah atau nasional yang mempertandingkan olah raga-olah raga tradisional. Tentunya tujuan akhirnya adalah kelestarian budaya dan identitas bangsa.