17 Februari 2015

Ke Taman Sari Melihat Kolam Pemandian Sultan

Tags


Sebelumnya, sudah saya tulis tentang tempat wisata di Jogja, Taman Sari tetapi belum sampai ke kolam pemandian yang di Wikipedia disebut dengan Umbul Pasiraman. Setelah hanya sampai di masjid bawah tanah belum ke kolam pemandian bagi Sultan, istri, serta para putri-putrinya itu, akhirnya saya bersama istri dan si kecil kembali ke Taman Sari untuk menuntaskan rasa penasaran, berdasarkan foto yang banyak ditemukan tempat ini terlihat indah.

Bisa juga dikatakan, ini adalah kunjungan kedua ke Taman Sari. Sore itu setelah selesai makan Sup Ayam Pak Min, kami bertanya ke tukang parkir jalan terdekat menuju Taman Sari yang kolamnya. Langsung saja motor matic biru yang setia menemani kami di Jogja itu kami pacu menuju tempat yang sebenarnya tak terlalu asing lagi. Sampai di tempat, ternyata sudah tutup, Taman Sari untuk yang kolam pemandian sudah ditutup sejak pukul 3 sore.

Akhirnya, kami putuskan untuk kembali lagi ke Taman Sari keesokan harinya. Untuk menuju ke kolam pemandian Taman Sari, bisa lewat utara atau timur. Tetapi, lebih dekat jika lewat timur, alun-alun kidul ke barat. Sampai di kolam pemandian Taman Sari hari itu masih sepi, karena sampai di sini masih pagi. Memang untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata terbuka seperti ini lebih enak jika pagi, masih sepi, belum panas, dan bagus untuk berfoto.

Pintu masuk ke kolam pemandian Taman Sari
Sebelum masuk harus beli tiket dulu, jangan khawatir, murah kok, harganya tak lebih dari Rp10 ribu. Berdasarkan apa yang saya dengar dahulu kala waktu kolam pemandian ini masih dipakai Sultan, ini adalah jalan keluar. Sekarang gerbang sebelah timur ini menjadi pintu masuk ke kolam pemandian Taman Sari. Setelah melalui gerbang ini, langsung dijumpai dua kolam yang yang dibatasi sebuah jalan seperti dermaga.

Bangunan untuk berganti pakaian, depannya kolom untuk putri-putrinya.
Kolam untuk istri, selatannya menara dan bangunan tempat istirahat dan ganti pakaian Sultan.
Dari menara, dari sinilah Sultan memilih salah satu untuk diajak ke kolam paling selatan.
Seperti yang saya baca dari Wikipedia, bangunan yang paling utara dahulu adalah tempat istirahat dan berganti pakaian untuk para puteri dan istri (selir) Sultan. Kolam yang di selatannya disebut dengan nama "Umbul Muncar", kolam untuk putri-putri Sultan. Lalu kolam yang ada di selatannya lagi disebut dengan "Blumbang Kuras", kolam untuk para istri.

Umbul Binangun
Di selatan Blumbang Kuras terdapat bangunan dengan menara di bagian tengahnya. Konon dari menara ini Sultan akan melihat istri-istrinya dan puterinya yang sedang mandi, kemudian Sultan memilih salah satu istri yang dianggapnya paling menarik untuk dipanggil dan diajak mandi di kolam yang ada di selatan bangunan menara yang disebut dengan "Umbul Binangun".

Ketiga kolam Taman Sari dihiasi dengan mata air yang berbentuk jamur dan sekelilingnya terdapat pot bunga raksasa. Tembok krem gagah dan tinggi mengitarinya kolam pemandian Taman Sari. Pada zamannya, selain Sultan, hanyalah para perempuan yang diizinkan untuk masuk ke kompleks ini, selain itu dilarang keras oleh Sultan untuk masuk ke Taman Sari.

Kolam dikelilingi dengan pot bunga.
Kolam untuk khusu sultan dan salah satu permaisurinya.
Tak berhenti di sini, masih banyak tempat-tempat bersejarah di Taman Sari. Keluar dari kolam pemandian Taman Sari ada halaman berbentuk segi delapan dan ada beberapa pintu yang menghubungkannya dengan bangunan lain di Taman Sari. Cukup sampai di sini dulu cerita jalan-jalannya di Taman Sari, apakah kamu juga pernah ke sini?