4 Desember 2013

Malioboro, Candi Prambanan Sampai ke Air Terjun Sri Gethok

Tags

Minggu kemarin, perjalanan yang sudah lama direncanakan akhirnya tercapai juga. Berniat untuk menjenguk istri yang sedang melanjutkan kuliahnya di UGM. Memesan tiket kereta Malioboro Ekspres seminggu sebelumnya, jum'at siang (22/11/13) perjalanan ke Jogja pun dimulai. Setidaknya membutuhkan waktu lima jama dari stasiun Blitar Kota untuk sampai di stasiun Tugu Jogja dengan kereta yang hanya berhenti di stasiun-stasiun besar ini. Perjalanan naik kereta sekarang lebih tertib, bersih, dan nyaman, tidak seperti dulu penuh sesak, berseliweran pedangang asongan.

Berbeda dengan rencana awal, ternyata ibu kosnya tidak memperbolehkan untuk membawa orang lain untuk menginap, walau itu suaminya sendiri. Padahal dulu katanya boleh. Akhirnya, perjalanan ke Jogja ini jadi seperti wisata ala backpacker, seperti yang dibayangkan saat menunggu kereta di stasiun. Jam menunjukan pukul 15.20 sampai saya di stasiun Tugu dijemput istri dengan motornya dan berlanjut dengan keliling mencari penginapan. Mau bagaimana lagi coba, saya sudah terlanjur memesan tiket pulang hari minggu malam. Berniat lebih lama di Jogja agar bisa melepas rindu dan tentu jalan-jalan menikmati tempat wisata di Jogja. Akhirnya ketemu juga penginapan yang lumayan murah di salah satu gang di jalan Malioboro.

Penginapan kita tidak jauh dari Malioboro yang merupakan ikon Jogja, jadinya tiap malam bisa jalan-jalan di sepanjang jalan Malioboro. Malam itu malam sabtu dan malam minggu, jadi bisa dibayangkan ramainya, cuma sekedar jalan-jalan melihat keramaian orang jualan dan orang-orang yang sedang belanja. Bukan hanya itu, pagi sudah jalan-jalan sambil menikmati kuliner pagi yang ada di Malioboro, seperti gudeg. Barang-barang yang dijual di sini lumayan murah, malam terakhir sempat membeli oleh-oleh di sini, bakpia patok dan kaos untuk keponakan.

Hari pertama, tempat wisata yang akan kita kunjungi adalah yang lokasinya lumayan jauh. Pagi-pagi setelah sarapan gudeg mulailah perjalanan ke candi hindu terbesar, Candi Prambanan. Dengan adanya motor sangat membantu, kita bisa ke lokasi dengan mudah. Tidak ada satu jam sampailah di komplek Candi Prambanan. Tiket masuk Rp 30.000 per orang. Ini adalah kunjungan pertama kita ke Candi Prambanan yang dikenal juga dengan Candi Roro Jongrang. Karena hari itu akhir pekan, pengujungnya lumayan banyak. Cukup lama di sini, sekitar tiga jam. Menikmati peninggalan mahakarya pada jamannya. Setelah dirasa sudah cukup puas, menjelang siang kita tinggalkan Candi Prambanan.



Terbesit dalam pikiran kita, sudah sampai Solo masak kita cuma ke Prambanan saja, kan di sini banyak tempat wisata di Jogja. DI parkiran, bertanyalah kita ke ibu penjaga. "Tempat wisata di dekat sini apa ya bu yang bisa kita kunjungi? Kurang lebih seperti itulah pertanyaannya. Di tunjukkanlah Pantai di Wonosari, katanya tidak terlalu jauh setelah pegunungan kita bisa menemukan banyak pantai.

Akhirnya, siang itu saya pacu motor untuk menuju ke Wonosari, sampai dirasa sudah jauh belum juga menemukan tanda-tanda mengarah ke Pantai. Terus saja menyusuri jalan naik turun sampai masuk Kabupaten Gunung Kidul. Berhenti di salah satu SPBU, sholat dan mengisi bensin, ternyata untuk menuju Pantai yang diinginkan masih 45 km lagi. Padahal sebelumnya sudah jalan satu jam lebih. Kalau dipaksakan, bisa pulang malam. Saya putuskan saja balik. "Kita ke air terjun Sri Gethok saja, yang tadi penunjuk arahnya kita lewati" ajak istri. Setelah kembali tidak cukup jauh, di pertingaan kita belok menuju tempat wisata Air Terjun Sri Gethok.

Tempatnya masih belum begitu ramai yaitu di pedesaan, jalannya saja ada yang belum diaspal. Air terjun ini ada di daerah Gunung Kidul. Untuk menuju ke air terjunnya bisa jalan kaki atau naik perahu. Bagi yang tidak mau keluar uang, sudah dibuatkan jalannya. Waktu itu kita jalan kaki, tidak terlalu jauh sih dari tempat parkir, tapi jalannya khas pegunungan, menurun dan saat pulang naik. Tempat ini ramai dengan muda-mudi, anak kuliahan yang mencari hiburan. Air terjunnya tidak terlalu tinggi, sekitar 10an meter. Sore akhirnya kita pulang, sampai penginapan menjelang maghrib.