3 April 2013

Migrasi ke Tumblr untuk Berbagi Foto yang Lebih Mudah

Tags

Sudah lama tidak mengupdate blog sendiri, sebulan lebih blog ini tidak diupdate. Kasihan juga, karena sok sibuk jadi terbengkalai. Blog konvesional dengan tulisan yang panjang memang bisa jadi membosankan jika memang bukan orang yang pintar atau rajin menulis. Oleh sebab itulah muncul platfrom ngeblog yang lebih mudah, salah satunya Tumblr. Saat ini Tumblr menjadi salah satu tempat ngeblog yang populer. Nah, kali ini saya akan menulis tentang itu, yang baru kesampaian sekarang padahal niatnya sudah sebulan yang lalu, sejak Posterous diumumkan akan ditutup.

Dulu, saya memilih Posterous untuk berbagi foto. Bermodal kamera ponsel 2 megapixel, bergaya untuk membuat photoblog :) Posterous walau tidak terlalu populer tetapi sangat mudah digunakan. Dengan koneksi internet yang tidak begitu bagus, saya bisa mengupload foto melalui email untuk diposting di blog Posterous. Oh ya, alamat blognya adalah http://kurniasepta.posterous.com tetapi mulai 30 April 2013 tidak akan bisa diakses lagi karena Posterous akan menutup layanannya.

Sejak awal Posterous diakusisi oleh Twitter pun sudah banyak kecurigaan bahwa nantinya Posterous akan bernasib seperti itu. Twitter mengakuisisi Posterous pada waktu itu lebih  ke tujuan untuk mendapatkan sumber daya manusianya bukan layanannya, jadi twitter menginginkan orang-orang dibalik Posterous bergabung dengan twitter untuk mengembangkan layanan mikroblogging 140 karakter itu.

Tentu ketika layanan yang memang gratisan itu akan ditutup akan terjadi migrasi atau perpindahan dari Posterous ke layanan sejenis. Begitupun dengan saya, juga berpindah dari Posterous yang mengenalkan saya dengan blogger senior Antyo Rentjoko yang sangat rajin berbagi foto di Posterous juga. Alasan utama migrasi saya dari Posterous ke Tumblr, karena pada dasarnya kedua hampir memiliki kesamaam, selain itu Tumblr juga banyak yang menggunakan. Konsepnya sederhana, saat banyak teman memakai layanan itu, kita pun juga akan ikut-ikutan. Tumblr tempat ngeblog yang sosial, terdapat interaksi atau pertemanannya.

Sebelum tanggal 30 April 2013, posterous menyediakan button untuk mendownload file konten yang sudah diposting di sana. Sebenarnya sudah ada layanan untuk memindahkan postingan dari Posterous ke Tumblr, yaitu http://justmigrate.com tetapi hanya untuk 100 postingan terakhir, jika mau lebih harus membayar. Untuk berpindah dari Posterous ke Wodrpress lebih mudah karena di Wordpress sudah tersedia Tools untuk mengimport postingan dari Posterous.

Berita terbaru yang saya baca (27/03/2013) Tumblr yang dibuat oleh David Karp dan Marco Arment ini telah mencapai 100 juta blog, dengan 44,6 miliar posting. Tumblr cocok untuk mobile blog, apliksinya di Android pun juga sangat membantu dalam mengupdate atau mengelola blog. Jejaring sosialnya juga bisa membuat suasana ngeblog jadi lebih bermakna. Sayangnya di Tumblr lebih banyak hanyak untuk reblog, atau autopost dari layanan lain, semisal Instagram atau RSS Feed. Walau pun banyak postingan tetapi belum tentu itu baru.

Buat apa membuat photoblog, kan ada facebook atau twitter yang juga dapat untuk mengupload foto? Tidak tahu mengapa, saya lebih suka memakai blog untuk berbagi foto, yang jelas dengan blog akan bisa terarsipkan dengan baik. Jadilah foto-foto sederhana itu kliping yang bisa ditelusuri dengan mudah keberdaannya. Bagaimana dengan dirimu, apakah juga memakai tempat khusus untuk berbagi foto, atau lewat facebook atau twitter saja? Oh ya, alamat Tumblr saya di http://kurniasepta.tumblr.com, kalau mau follow juga boleh.