26 Januari 2013

Melihat Anak Gunung Kelud dan Menikmati Air Panasnya

Tags

Ini adalah kegiatan yang sebenarnya sudah lumayan lama terjadi, tepatnya akhir liburan semester 05 Januari 2013 kemarin. Dan sekarang baru sempat untuk menuliskannya di blog itu berarti 20 hari yang lalu. Gunung Kelud menjadi salah satu obyek wisata di Kabupaten Kediri, walau letaknya ada diperbatasan Kediri, Blitar, atau bahkan Malang. Perjalanan dimulai pagi sekitar jam tujuh bersama seorang teman, yang sebenarnya juga belum pernah ke sana. Era sekarang ini, sebelum ke tempat tujuan wisata bisa mencari informasinya melalui internet, yang biasanya pengalaman dari yang sudah ke sana, dan bisa mendapatkan gambaran awal tentang obyek wisata itu.

Salah satu yang didapat dari pencarian di internet, kalau mau ke Gunung Kelud disarankan untuk membawa bekal makanan ringan dan minuman. Setelah membelinya di mini market maka perjalan pun dimulai, karena sama-sama belum pernah untuk sampai ke Gunung Kelud pun harus memakan waktu yang lebih lama. Seharusnya bisa lewat sebelum Candi Penataran ke utara, ini malah terus sehingga sedikit muter lewat Kediri.

Setelah sekitar 2 jam perjalanan, sampailah kita di kawasan Gunung Kelud, untuk masuk dikenakan tarif Rp 10.000,-. Untuk sampai ke puncaknya kita disuguhi pemadangan hijaunya tumbuhan dan bisa menemukan kebun nanas di pinggir jalan. Untuk yang punya motor laki, sebaiknya pakai motor laki. Padahal saya sehari-hari ke sekolah yang lokasinya juga di gunung memakai motor laki. Eh, pada waktu itu tidak kepikiran, malah pakai motor matic. Jalanan menuju puncak gunung kelud banyak yang menanjak tajam dan berliku, tetapi semuanya sudah diaspal dengan baik. Karena sudah sampai, ceritanya pakai foto saja ya :D















Sudah puas menikmati foto-foto di atas? Setelah melewati terowongan yang cukup panjang, yang dulunya dibuat untuk pembuangan air danau kawah, kita bisa melihat anak Gunung Kelud. Untuk melihat lebih dekat, kita harus menuruni tangga. Terlihat gundukan lava yang masih mengeluarkan semacam asap. Pada hari-hari libur masih banyak wisatawan yang ingin melihat anak Gunung Kelud ini secara langsung.

Sebelum 2007 atau letusan Gunung Kelud yang terakhir, kawah itu menjadi obyek wisata yang utama nan indah. Karena saya pada waktu itu belum melihatnya, setidaknya dari rekaman foto danau kawah Gunung Kelud itu mengoda mata. Praktis sejak Gunung Kelud meletus pada November 2007, danau kawah itu 'menghilang' dengan munculnya kubah lava yang besar dari kawah itu. Pada malam akhir pekan, anak Gunung Kelud itu dihiasi lampu yang warna-warni.

Di sisi lain atau puncaknya yang diberi nama Gajahmungkur, terdapat gardu pandang. Untuk mencapai puncaknya dan melihat dari Gunung Kelud yang teratas kita bisa menaiki tangga yang sudah dibuat dari cor semen. Siapkan fisik, jika ingin menaikinya, saya tidak begitu tertarik, dan ingin lebih menghemat energi untuk menikmati spot yang lain di kawasan Gunung Kelud, yaitu Pemandian air panas. Untuk cerita selanjutnya, kembali bersama foto-fotonya :)









Untuk menikmati air panas Gunung Kelud, kita harus menuri tangga yang panjang. Letaknya sebelum terowong yang tadi. Tidak sempat mengukur atau menandai waktunya, tetapi untuk turun dan melihat air panas ini cukup membuat kaki 'lempoh'. Di kawasan air panas ini sudah dibangun fasilitas kamar mandi, tetapi pada waktu itu masih belum bisa dipakai. Air panas ini bisa menjadi salah satu yang harus dinikmati ketika ke Gunung Kelud. Tapi sekali lagi, untuk menuruninya membuat pikiran 'kapan sampainya' karena lumayan jauh dan harus menuruni tangga. Jika kembalinya sudah tidak kuat, bisa memanfaatkan jasa ojek untuk kembali ke parkiran.

Menjelang sore, kita pulang dan untuk menuju rumah lebih dekat, karena sudah tahu jalan yang lebih dekat jika dari atau menuju Blitar. Setelah liburan sederhana ini, jadi ingin mencicipi spot-spot wisata lain. Bukan hanya sebagai bahan untuk mengupdate blog, tetapi juga kegiatan refreshing di sela-sela rutinas yang menjenuhkan, besok ke mana lagi ya...