26 Juni 2012

Upacara Yudisium yang Kedua

Tags

Yudisium yang pertama, Februari 2009. Bersama teman satu kelas.

Rasanya sudah lama banget nggak nge-update blog ini, padahal bukan gratisan loh. Jadi sayang kalau dibiarkan lama nggak diupdate. Pertama bicara soal ngeblog, sebenarnya beberapa waktu yang lalu sudah pernah menulis, sudah mendapatkan 2-3 paragaraf. Tiba-tiba karena nggak ada ide lanjutan jadi terhenti dan nggak diteruskan. Tersimpanlah dalam draft saja, mungkin ini juga sering dialami oleh sebagian blogger. Menulis beberapa kalimat lalu terhenti sampai akhirnya tidak berlanjut. :cry:

Sama seperti pengalaman di atas, itu juga yang saya alami ketika menulis tugas akhir (skripsi). Sudah pernah memulai dan mendapatkan setengahnya, sayang kerana 'sok sibuk' jadi terhenti, lumayan lama sehingga untuk memulai jadi kembali sulit. Sampai akhirnya harus dipaksakan. Ternyata lama nggak bertemu dengan dosen pembimbing itu membuatnya tidak bersahabat, alhasil lama tidak datang, datang-datang kok bawa sudah jadi. Disuruhlah membuat tulisan yang baru. Dengan peluh keringat, cucuran air mata, akhirnya semua tugas akhir itu dan persyaratan untuk lulus bisa dipenuhi hingga dinyatakan lulus dalam upacara yudisium.

Ini bukanlah yudisium yang pertama, dulu sudah pernah mengalamai hal yang serupa. Mengingat kembali yang dulu, dulu waktu habis lulus SMA melanjutkan ke diploma 2 pendidikan guru sekolah dasar, bulan februari 2009 lulus lalu melanjutkan ke sarjana dengan program studi yang sama di kampus yang sama pula. Yudisium pertama semua lulus bersamaan, ya akhirnya bisa foto satu kelas.

Dan yudisium yang kedua ini dilaksanakan bulan Juni 2012 ini. Perjalanan panjang dan lama untuk jadi sarjana, padahal teman-teman yang satu angkatan di SMA sudah pada melalang buana seantero Indonesia. Sedangkan saya masih baru lulus. Beda orang memang beda jalannya. Ada kalimat yang saya ingat yang dikatakan oleh Pak Dekan, ia mengatakan ada 2 hal yang membahagiakan bagi mahasiswa, yaitu ketika ia dinyatakan diterima jadi mahasiswa dan ketika ia dinyatakan lulus. Kadang untuk lulus tidak sesuai dengan waktu yang seharusnya, ada yang 'molor' itupun yang dialami sebagian.



Dalam upacara yudisium ini ada yang saya rasakan berbeda, selain sedikit teman karena sudah pada lulus duluan. Sebagai salah satu mahasiswa yang bidangnya adalah tenaga pendidik, hampir sebagian besar lulusan mendapat nilai (IPK) yang bagus-bagus.  Mendengarkan pembacaan nama mahasiswa, IPK, dan predikat, hampir sebagian besar lulus dengan predikat "Dengan Pujian", hampir 70 persen lebih. Ini berbeda dengan dulu ketika yudisium yang pertama untuk diploma, mahasiswa yang lulus dengan predikat tersebut bisa dihitung jari. Sehingga ada celoteh, inilah bedanya antara mahasiswa reguler dan non reguler. Kalau non reguler itu lebih mudah mendapatkan nilai bagus.

Berbicara tentang nilai, rasanya saat ini untuk mendapatkan nilai bagus itu lumayan mudah, atau tepatnya pendidik memberikan nilai baik itu tidak sulit. Bisa juga karena tuntutan standar ketuntasan/kelulusan yang tinggi oleh penyelenggara pendidikan itu. Sehingga karena sedikit terpaksa agar didikannya lulus naik juga lah nilainya. Itu pun yang terjadi di tingkat pendidikan dasar, setidaknya itu berdasarkan pengalaman yang dilihat. Berbeda ketika saya SMA dulu, di SMA yang salah satu alumninya wakil presiden saat ini (Boediono) nilai jelek adalah hal yang biasa diberikan. Tentu nilainya itu memang benar-benar diberikan berdasarkan hasil ujiannya. Pernah di rapot saya mendapatkan nilai 6, padahal itu sekolah favorit. Tapi itu dianggap hal yang biasa, karena memang standart nilainya sudah berbeda, nilai 6 di sekolah itu bisa jadi nilai 8 di sekolah lain. Beda waktu beda kebijakan, itulah mungkin yang tepat.

Alhamdulillah, akhirnya bisa lulus juga. Bersama saya yudisium ada banyak mahasiswa lulusan yang siap menjadi tenaga pendidik. Sudah tidak perlu khawatir lagi pemerintah membutuhkan tenaga pendidik atau guru. Faktanya memang banyak lulusan dari tenaga pendidik, permasalahannya adalah distribusinya saja yang tidak merata. Jalan masih panjang, mari berjuang :D